Calon Pemain Ini Bisa Menolong Liverpool Juarai Premier League

Liverpool mengawali season kompetisi Premier League 2016/17 dengan amat meyakinkan. Alhasil mereka pernah disebut sebagai satu-satunya penantang gelar season ini usai menempati di puncak klasemen kira-kira beberapa minggu. Tetapi, tahun baru sepertinya merubah peruntungan Liverpool secara cepat. Performa mereka turun karena sejumlah pesepakbola mengalami sakit dan menggeluti tugas internasional sehingga sekarang tersingkir dari perburuan gelar.

Marc-Andre ter Stegen. Posisi kiper adalah masalah serius yang dihadapi Liverpool usai Pepe Reina keluar pada tahun 2013. Simon Mignolet kesusahan mengganti kiper Spanyol tersebut dan performanya sering mendapat kritik lantaran tidak konsisten. Jurgen Klopp kemudian menghadirkan Loris Karius untuk mengatasi problem itu walau pernah juga dikaitkan dengan Marc-Andre ter Stegen. Tetapi, hadirnya mantan kiper Mainz itu tidak membuahkan hasil karena dirinya sering melakukan kekeliruan saat diberikan peluang bermain.

Virgil Van Dijk. Semenjak Jamie Carragher serta Daniel Agger keluar dari klub, penjagaan Liverpool menjadi sangat rapuh. Meski Mamadou Sakho mampu diandalkan, tetapi si pemain terlibat cekcok dengan Jurgen Klopp hingga harus keluar dari klub. Manager Jerman itu akhirnya memboyong Joel Matip dari Schalke tanpa harus membayar dan dirinya mampu memberi efek positif di klub. Tetapi, The Reds masih perlu bek bermutu lainnya agar penjagaan mereka lebih solid dan kompetitif di Premier League.

Baca juga: Cesc Fabregas Dari Nol Hingga Menjadi Bintang

Jonas Hector. Masalah lainnya di penjagaan Liverpool ialah posisi bek kiri. Fabio Aurelio merupakan bek kiri penting yang terakhir kali dimiliki Liverpool serta Jon Flanagan bermain cukup keren pada season 2013/14. Liverpool memiliki Alberto Moreno namun pesepakbola Spanyol itu sangat tak bisa diandalkan. Alhasil, Jurgen Klopp menempatkan James Milner di tempat tersebut dan Alhasil cukup baik.

Mahmoud Dahoud. Liverpool mengadopsi 3 gelandang di season ini yang mana kapten Jordan Herderson menurunkan peran gelandang bertahan, Georginio Wijnaldum memainkan peran menyerbu dan Adam Lallana beroprasi menjadi gelandang box to box. Walaupun begitu, Jurgen Klopp akan membutuhkan midfielder baru untuk memperkuat barisan tengah dan melawan jadwal pada di Premier League. Mahmoud Dahoud mampu mengisi tempat tersebut di Anfield.

Julian Draxler. Liverpool disebut melakukan pembelian brilian saat memboyong Sadio Mane dari Southampton. Pesepakbola asal Senegal itu tampil gemilang bersama dengan The Reds dan jadi idola baru di Anfield. Tetapi, tak bisa dipungkiri jika Liverpool amat tergantung pada Mane. Saat sang pesepakbola keluar dari klub karena tugas internasional, performa Liverpool menurun drastis hingga mereka merelakan peluang dalam perburuan gelar Premier League.

Cesc Fabregas, Dari Nol Hingga Menjadi Bintang

Permainan indah nan agresif yang diperlihatkan oleh klub dari premier inggris, Arsenal tak bisa dilepaskan dari campur tangan permainan Francesc Fabregas. Midfielder asal Spanyol ini adalah otak dari gaya bermain The Gunners. Cesc Fabregas diketahui sebagai sesosok pemain playmaker yang profesional. Umpan-umpan Cesc Fabregas begitu jitu dan akurat. Padahal Cesc Fabregas terbilang terhitung berumur belia atau umurnya masih dibawah rata-rata dari pemain profesional. Usia Cesc Fabregas yang baru genap 20 tahun saat itu. Tetapi, hebatnya Cesc Fabregas, dirinya sanggup bermain selayaknya seperti pemain yang sudah dewasa yang sudah memiliki banyak pengalaman di lapangan hijau.

Cesc Fabregas

Cesc Fabregas dipekerjakan oleh Arsenal dari klub Liga Santander, Barcelona dengan anggaran tebusan seharga 2,25 juta Poundsterling (atau kira-kira 40,8 miliar Rupiah) saat Oktober 2003. Cesc Fabregas menjalani debutnya di klub Arsenal saat dia turun bertanding menghadapi Rotherham United di kompetisi Piala Carling yang sedang berlangsung 28 Oktober 2003. Ini membuat Cesc Fabregas menjadi pemain termuda yang sempat memperkuat panji Arsenal. Saat itu Cesc Fabregas berusia 16 tahun 6 bulan.

Walaupun begitu, Cesc Fabregas masih tetap belum pernah mendapati gelar di liga premier Inggris. Belum lama di musim 2004-2005, Cesc Fabregas bermain di Premier League. Penampilan Cesc Fabregas di ajang gengsi liga premier Inggris terwujud pada 15 Agustus 2004 ketika melawan Everton. Lagi-lagi, penampilan Cesc Fabregas menghasilkan rekor. Cesc Fabregas dinyatakan sebagai pemain paling muda Arsenal yang pernah berkompetisi di liga premier Inggris. Fabregas menjalaninya ketika usianya 17 tahun 3 bulan lebih. Tampil memperkuat tim utama di musim ke 2 dengan Arsenal, yang tadinya tak pernah terbayangkan oleh dirinya pribadi. Bisa dimaklumi, didalam Arsenal sudah ada gelandang-gelandang hebat sebagaimana Patrick Vieira. Tetapi dalam kenyataannya cukup berbeda. Fabregas justru kian sering ditampilkan sejalan karena cedera yang menerpa Patrice Vieira.

Perlahan namun pasti, penampilan Fabregas mendapati perkembangan. Cesc Fabregas semakin menunjukkan keahliannya yang menjadi jendral di tengah lapangan (playmaker). Hal tersebut menjadikan Arsenal yakin sanggup melepas Vieira tuk hijrah di Juventus di mula musim 2005-2006, karena percaya dengan skill Cesc Fabregas. Bukti keyakinan Arsenal antara lain dipertontonkan dengan memberi nomor punggung 4 yang dulunya dikenakan Vieira pada Cesc Fabregas. Setelah itu Cesc Fabregas serius menjadi gelandang inti di skuad utama Arsenal. Hasilnya memang positif, Cesc Fabregas telah membawa Arsenal berhasil menembus babak final Liga Champions 2005-2006. Tapi sayang Arsenal musti kalah dari Barcelona.

Baca juga: Info Bola Tangkas

Di musim depan, Cesc Fabregas masih bertahan di jabatannya. Cesc Fabregas main didalam 38 pertandingan Liga premier Inggris. Ini menjadikan Cesc Fabregas mendapatkan anugerah Golden Boy dari media-media asal Italia, salah satunya Tuttosport. Musim 2007-2008, gaya bermain Cesc Fabregas selalu berkembang. Hal itu terbukti ketika dirinya mampu menambah ketajamannya. Normal bila manajer Arsenal, Arsene Wenger melakukan perlakuan yang tak biasa. Oktober 2006, Cesc Fabregas memperbaharui kontrak Fabregas hingga 2014. Tindakan yang unik, dikarenkana umumnya Wenger tidak mau mengontrak pemain pada jangka waktu begitu lama di klubnya ini. Namun demi ada seorang gelandang playmaker yang selalu bisa membuat permainan menjadi lancar bagi Arsenal, Cesc Fabregas, Wenger siap melakukan hal itu sendiri karena Wenger menyadari bila Cesc Fabregas merupakan otak permainan Dan masa depan Arsenal di kemudian hari walaupun dia akhirnya pindah ke Chelsea dan sekarang masih bermain disana berseragam Chelsea.

Bola Tangkas Net

Bola Tangkas Net Dalam musim dimana mereka diharapkan tangki dan menjadi salah satu tim terburuk di liga, Phoenix Suns telah mengejutkan banyak dengan awal yang baik mereka. Tim saat ini 5-2 dan terikat dengan Trailblazers Portland untuk rekor terbaik ketiga dalam konferensi barat.

Bola Tangkas Net

Bola Tangkas Net Meskipun ada beberapa yang skeptis tentang legitimasi catatan karena Suns tidak memiliki menang melawan setiap tim yang luar biasa, ada alasan yang baik untuk percaya Suns sekarang adalah real deal. Bahkan dalam dua kekalahan mereka melawan Spurs sangat unggul dan Guntur, tim sudah sangat kompetitif.

Bola Tangkas Net Tim ini mengambil keuntungan dari masa muda mereka dan bekerja pantat mereka dari setiap pertandingan. Mereka mungkin kalah dari beberapa tim lain dalam hal ukuran dan keterampilan tetapi mereka yakin tidak dapat outworked. Para pemain muda mengikuti filosofi pelatih baru mereka bermain cepat dan membuat tim lawan berjalan dengan mereka. Setiap tim yang tidak bermain dengan upaya besar melawan Suns akan berada dalam kesulitan.

  1. Evolusi Bledsoe: Bola Tangkas Net alasan besar lain untuk besar mulai dengan Suns adalah evolusi dari permainan Eric Bledsoe ini. Terutama dikenal sebagai penjaga sangat atletis ketika ia berada di Clippers tahun lalu, Bledsoe telah memperluas permainan. Dia tidak hanya mengandalkan kecepatan atau meledak-ledak. Dia berubah langkahnya dan membaca bagaimana lawan bereaksi sebelum membuat serangan. Ini telah membuatnya penutup yang sulit untuk menentang penjaga karena ia telah menjadi sangat tidak terduga. perimeter menembak lebih handal nya juga merupakan tambahan yang bagus untuk arsenal ofensif.
  2. padat Pertahanan: Meskipun masih terlalu dini di musim untuk menarik kesimpulan, Suns menunjukkan beberapa prinsip pertahanan yang solid. Mereka adalah salah satu tim terbaik di membela keranjang dari jarak dekat dan memaksa tim untuk mengalahkan mereka melalui tembakan perimeter. Dengan demikian, mereka memastikan bahwa ukuran mereka tidak mengambil keuntungan dari dan bahwa tim lawan harus penembak yang baik untuk bisa mengalahkan mereka.
  3. Taruhan Lebih Olahraga: Jika Anda ingin lebih prediksi atau jika Anda ingin memulai bertaruh pada olahraga seperti aturan Australia pertandingan, memeriksa salah satu taruhan terbesar online. Baca berita bola lainnya yang sudah tersaji didalam blog bola ini.